10 Konglomerat yang Tidak Mewariskan Hartanya ke Anaknya

Liputan6.com, New York : Memiliki orang tua kaya raya seringkali memberikan peluang besar bagi anak-anak untuk berpangku tangan dan hanya menghambur-hamburkan uang. Belum lagi banyak miliarder lebih memilih untuk menghabiskan uangnya membeli mobil, pesawat, dan kapal pesiar mewah.

Namun melansir laman Business Insider , Rabu (21/8/2013), tak semua miliarder dunia mendedikasikan hartanya untuk keluarga. Sebagian lebih suka mendonasikan hartanya dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Meski anak-anak miliarder memiliki banyak peluang, keuntungan dan koneksi untuk sukses, beberapa miliarder ternyata memutuskan untuk tak mewariskan hartanya pada sang anak.

Berikut 10 konglomerat yang tak ingin mewariskan hartanya pada anak-anaknya :

1. Pengusaha Terkemuka - Warren Buffet

Warren Buffet

Investor dan dermawan kaya raya ini telah berjanji menyumbangkan 99% dari kekayannya dalam keadaan hidup ataupun setelah meninggal. Dia memulainya dengan berjanji mewariskan 83% kekayaannya pada Gates Foundation, yayasan yang didirikan Bill Gate bersama sang istri.  Dirinya juga memastikan anak-anaknya mendapat bagian yang adil.

"Saya ingin memberi anak-anak saya bagian yang cukup agar mereka merasa bisa melakukan apapun. Saya tak akan memberi terlalu banyak karena dapat membuat mereka tak bisa melakukan apapun," jelasnya seperti di kutip pada surat perjanjiannya dengan Gates Foundation.

2. Pendiri eBay - Pierre Omidyar

Pierre Omidyar

Pengusaha pendiri eBay ini menjadi miliarder saat berusia 31 tahun. Seperti ditulis Forbes, sejak itu Omidyar mendonasikan sebagian besar hartanya dan hanya sebagian kecil yang dibagikan pada ketiga anaknya. Dia menandatangani Giving Pledge, komitmen para konglomerat dunia untuk menyumbangkan sebagian besar kekayaannya. Dia juga terus memberikan saham eBay pada Omidyar Network, perusahaan investasi dermawannya. Dia dan istrinya, Pam, juga merupakan penyumbang swasta terbesar menentang industri perdagangan manusia.

3. Walikota New York - Michael Bloomberg

Michael Bloomberg

Pejabat New York ini hanya menerima bayaran US$ 1 (Rp 10.941) per tahun atas seluruh tugas pemerintahannya.  Hal ini karena dengan kekayaannya senilai US$ 19,5 miliar, keuangannya sangat terjamin.
Namun Bloomberg juga merupakan orang kaya yang dermawan. Jutaan dolar didonasikan untuk Johns Hopkins University, Carnegie Corporation, dan ribuan organisasi non-profit lainnya. Dalam suratnya pada The Giving Pledge, Bloomberg menulis, hampir seluruh kekayaan saya akan disumbangkan selama saya masih hidup atau telah meninggal. Kedua anak Bloomberg tak akan mendapat sepeserpun dari anak- anaknya.

4. Bintang Rock - Gene Simmons

Gene Simmons

Basis grup band KISS dengan salah satu penjualan album terlaris di Amerika Serikat. Dia ingin kedua anaknya Nick dan Sophie hidup mandiri tanpa bantuannya. Simmons mengaku keduanya akan tetap memperoleh perhatiannya, tapi mereka tak akan kaya karena uangnya. Hal ini karena setiap tahun kedua anaknya harus bekerja dan mencari uang sendiri. Hartanya senilai US$ 300 juta akan melayang ke tangan lain saat dirinya meninggal.

5. Pengusaha Baja Australia - Gina Rinehart

Gina Rinehart

Wanita terkaya di Australia ini tak memasukkan nama anak-anaknya dalam surat warisannya. Dia sendiri mewarisi perusahaan dan kekayaannya dari ayahnya, Lang Hancock. Namun sejumlah media Australia mengabarkan Rinehart tak mempercayai keempat anaknya untuk mengelola seluruh aset keluarganya. "Tak ada satupun dari anak saya yang memiliki kapasitas atau kemampuan yang memadai. Begitu pula pengetahuan, pengalaman, dan tanggung jawab kerja untuk mengelola perusahaan tak dimiliki keempat anak saya," ujarnya seperti ditulis di salah satu surat kabar Australia.

6. CEO dan pendiri Microsoft - Bill Gates

Bill Gates

Salah satu orang terkaya dunia ini bersama istrinya tak akan mewariskan apapun pada ketiga anaknya. "Saya yakin memberikan harta pada anak saya bukan ide yang bagus, baik untuk mereka maupun dalam pandangan masyarakat," ungkapnya pada The Sun tiga tahun lalu.
Asetnya saat ini telah mencapai US$ 37 miliar. Dia pun mendirikan Bill & Melinda Foundation serta Giving Pledge untuk memfasilitasi berbagai aksi sosialnya.

7. Aktor - Jackie Chan

Jackie Chan

Aktor laga Jackie Chan mengumumkan akan menyumbangkan setengah uannya pada 2011. Chan juga mengaku tak berencana mewariskan sedikit pun hartanya pada anak laki- lakinya Jaycee. "Kalau dia mampu, dia bisa menghasilkan uang sendiri. Kalau dia tak mampu, maka dia hanya akan membuang-buang uang," ujarnya.

8. Pendiri Home Depot - Bernard Marcus

Bernard Marcus

Besar di New Jersey, Marcus mulai mendirikan bisnisnya, Home Depot. Dari bisnisnya tersebut dia berhasil mengumpulkan kekayaan hingga US$ 1,5 miliar. Dia mengaku tak ingin mewariskan hartanya pada anak-naknya. Dia ingin menyumbangkannya untuk pendidikan dan para penderita cacat.

9. Manager Investasi - John Arnold

John Arnold

Pengusaha ini mungkin baru berusia 40 tahun, tapi Oktober tahun lalu dia memutuskan untuk berhenti dan menutup perusahaannya, Centaurus Energy. Kekayaannya saat itu mencapai US$ 4 miliar yang dikumpulkannya selama 10 tahun. Saat ini, Arnold dan istrinya, Laura lebih memilih untuk mendonasikan hartanya dibanding mewariskannya pada ketiga anaknya.

"Mengingat latar belakang dan pengalaman kami, kami tak Percaya kekayaan turun-temurun," jelas Laura Arnold.

10. Sutradara dan produser - George Lucas

George Lucas

Lucas berjanji untuk mendonasikan sedikitnya setengah dari seluruh kekayaan yang dimilikinya. "Saya mendedikasikan sebagian harta kekayaan kami untuk pendidikan," tulis Lucas dalam suratnya untuk Giving Pledge. Ayah empat anak ini juga tak berniat mewariskan harta kekayaannya.

Previous
Next Post »
Thanks for your comment